Denpasastra.net

Catur Hari Wijaya Gelar Konser Rilisan Album Kedua Berjudul Kosmos

Setelah sukses dengan debut album ‘Bali to Mali’ tahun 2021, Catur Hari Wijaya kembali meramaikan kancah musik Indonesia dengan menggelar konser perilisan album keduanya. Berjudul ‘Kosmos’, album ini bakal diluncurkan pada 5 Juni 2026 mendatang di Zest, Ubud, Bali.

Berbeda dengan album pertama Catur yang menceritakan tentang perjalanan lintas budaya, album Kosmos mencoba bercerita melewati batasan geografis untuk menyelam lebih dalam menuju tubuh dan jiwa manusia. Eksplorasi hubungan antar mikrokosmos dan makrokosmos, tubuh dan jiwa, denyut nadi dan keheningan menjadi tema utama yang digubahnya ke dalam lagu.

Konser perilisan album ini nantinya akan digelar dengan doa bertujuan untuk mengisi memenuhi venue dengan kehadiran dan intensitas yang sama, dilanjutkan dengan penampilan musik oleh Catur bersama The Sound Nomads.

Bakal hadir pula sejumlah special guest musicians yang nantinya akan membawakan lagu-lagu dari album Kosmos, karya-karya Catur pilihan dari rilisan terdahulu, serta karya-karya baru yang bahkan belum dirilis. Acara juga bakal dimeriahkan dengan pertunjukan tari Kuntulan, tari tradisional masyarakat Banyuwangi yang dipadukan dengan budaya Timur Tengah.

Tiket acara ini dibanderol dengan harga mulai dari Rp. 206.000 dan dapat dipesan melalui laman Megatix.(Justin)

Tanggapi Tulisan Ini

Yay
Meh
Terima kasih. Responmu menjadi bagian dari arsip bacaan ini.
Baca Juga  Janet DeNeefe: "Bisakah Kebijaksanaan dan Inovasi Berdampingan?"

Klab Baca Denpasastra

Dapatkan kolom mingguan Denpasastra langsung ke inbox kamu setiap Minggu pagi. Gratis, tanpa spam.

Baca Kebijakan Privasi untuk info perlindungan data lebih lanjut

Baca Juga

Cahaya dan Siluet Aneh Lagu Mati Suri – rumahsakit di Televisi Nasional

Redaksi

Lagu Catchy Nggak Perlu Punya Reff: Sebuah Resensi ‘Gejolak Kawula Muda’ Karya Clubeighties

Preman Laut

Kosong (1996): Lagu Pure Saturday yang Menyimpan Trauma Akhir Orde Baru

Preman Laut

Bali Ditulis Terus, Tapi Tak Pernah ‘Didengar’

Preman Laut

Mendaras Ulang ‘Hail to The Thief’ – Radiohead di 2025: Panggilan Terbuka Untuk Para Maling

Preman Laut

AXEAN Festival 2026 Buka Open Call Musisi Bali

Redaksi
Berita

Catur Hari Wijaya Gelar Konser Rilisan Album Kedua Berjudul Kosmos

Setelah sukses dengan debut album ‘Bali to Mali’ tahun 2021, Catur Hari Wijaya kembali meramaikan kancah musik Indonesia dengan menggelar konser perilisan album keduanya. Berjudul ‘Kosmos’, album ini bakal diluncurkan pada 5 Juni 2026 mendatang di Zest, Ubud, Bali.

Berbeda dengan album pertama Catur yang menceritakan tentang perjalanan lintas budaya, album Kosmos mencoba bercerita melewati batasan geografis untuk menyelam lebih dalam menuju tubuh dan jiwa manusia. Eksplorasi hubungan antar mikrokosmos dan makrokosmos, tubuh dan jiwa, denyut nadi dan keheningan menjadi tema utama yang digubahnya ke dalam lagu.

Konser perilisan album ini nantinya akan digelar dengan doa bertujuan untuk mengisi memenuhi venue dengan kehadiran dan intensitas yang sama, dilanjutkan dengan penampilan musik oleh Catur bersama The Sound Nomads.

Bakal hadir pula sejumlah special guest musicians yang nantinya akan membawakan lagu-lagu dari album Kosmos, karya-karya Catur pilihan dari rilisan terdahulu, serta karya-karya baru yang bahkan belum dirilis. Acara juga bakal dimeriahkan dengan pertunjukan tari Kuntulan, tari tradisional masyarakat Banyuwangi yang dipadukan dengan budaya Timur Tengah.

Tiket acara ini dibanderol dengan harga mulai dari Rp. 206.000 dan dapat dipesan melalui laman Megatix.(Justin)

Tanggapi Tulisan Ini

Yay
Meh
Terima kasih. Responmu menjadi bagian dari arsip bacaan ini.
Baca Juga  Makna Lagu Posesif Naif Berubah karena Videoklip: Tafsir Lirik dan Identitas

Klab Baca Denpasastra

Dapatkan kolom mingguan Denpasastra langsung ke inbox kamu setiap Minggu pagi. Gratis, tanpa spam.

Baca Kebijakan Privasi untuk info perlindungan data lebih lanjut

Baca Juga

Siapa Aku, Kamu, dan Kita di Album Rimpang: Membongkar Pronomina versi ERK

Preman Laut

Apa Jadinya Jika Jakarta Jadi Kota Mati? Sebuah Resensi ‘Ode Buat Kota’ karya Bangkutaman

Preman Laut

Membaca Estetika Kekalahan dalam Lagu-Lagu Sheila On 7

Preman Laut

Diskusi Lanjutan Soal AI dan Musik: Tanggapan untuk Made Adnyana

Preman Laut

Lagu Catchy Nggak Perlu Punya Reff: Sebuah Resensi ‘Gejolak Kawula Muda’ Karya Clubeighties

Preman Laut

Jason Ranti Bakal Tampil di Bali 15 April Besok

Redaksi
Beranda
Berita
Esai
Opini
Resensi