Denpasastra.net

AXEAN Festival 2026 Buka Open Call Musisi Bali

AXEAN Festival 2026 resmi membuka open call bagi musisi berbasis Bali untuk tampil dalam ajang showcase musik Asia Tenggara tersebut. Program ini dikurasi oleh tim AXEAN Festival bersama Jimbaran Hub Creative Circle.

Pendaftaran dibuka mulai 1 April hingga 30 Juni 2026. Open call ini terbuka untuk semua genre musik, dengan syarat peserta membawakan karya orisinal dan telah merilis minimal satu lagu. Lagu cover tidak diperbolehkan.

Kriteria penilaian meliputi kekuatan artistik, performa panggung, serta potensi daya tarik global. Penyelenggara menargetkan musisi yang tidak hanya kuat secara musikal, tetapi juga memiliki karakter dan identitas yang relevan untuk pasar internasional.

Sebanyak lima finalis terpilih akan tampil secara langsung dalam acara JimbaFest pada 18 Juli 2026 di Jimbaran Hub. Pemenang akan diumumkan di lokasi acara.

Sebagai festival berbasis komunitas, program ini juga membuka partisipasi lintas kewarganegaraan, dengan ketentuan setiap grup memiliki minimal satu anggota inti asal Bali.

Informasi pendaftaran dapat diakses melalui tautan resmi yang disediakan penyelenggara.

Tanggapi Tulisan Ini

Yay
Meh
Terima kasih. Responmu menjadi bagian dari arsip bacaan ini.
Baca Juga  Merdeka Belum 100% di Dunia yang Lain: Blues Perlawanan ala Made Mawut

Klab Baca Denpasastra

Dapatkan kolom mingguan Denpasastra langsung ke inbox kamu setiap Minggu pagi. Gratis, tanpa spam.

Baca Kebijakan Privasi untuk info perlindungan data lebih lanjut

Baca Juga

Jegog Spirit Fest 2025 Siap Digelar di Jembrana, Hadirkan 90 Sekhe Jegog dan 1.500 Seniman

Redaksi

Gelombang Kedua Pendaftaran Pekan Sastra 2026 Dibuka, Himasindo Unud Gelar Lomba Baca Puisi dan Kritik Sastra

Redaksi

Space Safari Digelar di Hatch Uluwatu, Tampilkan Rosesinsummer dan Andin Katik

Redaksi

Dari Banjir Bali ke Tragedi Sumatra: Solidaritas yang Menyebrangi Laut

Redaksi

SID Siapkan Delapan Lagu Baru, Jerinx Bocorkan Kolaborasi dengan Rebellion Rose

Redaksi

Feel Alive Bangkok 2026: Uji Struktur Morbid Monke di Panggung Regional Asia Tenggara

Preman Laut
Berita

AXEAN Festival 2026 Buka Open Call Musisi Bali

AXEAN Festival 2026 resmi membuka open call bagi musisi berbasis Bali untuk tampil dalam ajang showcase musik Asia Tenggara tersebut. Program ini dikurasi oleh tim AXEAN Festival bersama Jimbaran Hub Creative Circle.

Pendaftaran dibuka mulai 1 April hingga 30 Juni 2026. Open call ini terbuka untuk semua genre musik, dengan syarat peserta membawakan karya orisinal dan telah merilis minimal satu lagu. Lagu cover tidak diperbolehkan.

Kriteria penilaian meliputi kekuatan artistik, performa panggung, serta potensi daya tarik global. Penyelenggara menargetkan musisi yang tidak hanya kuat secara musikal, tetapi juga memiliki karakter dan identitas yang relevan untuk pasar internasional.

Sebanyak lima finalis terpilih akan tampil secara langsung dalam acara JimbaFest pada 18 Juli 2026 di Jimbaran Hub. Pemenang akan diumumkan di lokasi acara.

Sebagai festival berbasis komunitas, program ini juga membuka partisipasi lintas kewarganegaraan, dengan ketentuan setiap grup memiliki minimal satu anggota inti asal Bali.

Informasi pendaftaran dapat diakses melalui tautan resmi yang disediakan penyelenggara.

Tanggapi Tulisan Ini

Yay
Meh
Terima kasih. Responmu menjadi bagian dari arsip bacaan ini.
Baca Juga  Music Celebration 2026 Digelar di Antida Sound Garden, Perayaan Musik Awal Tahun Kembali Berlangsung

Klab Baca Denpasastra

Dapatkan kolom mingguan Denpasastra langsung ke inbox kamu setiap Minggu pagi. Gratis, tanpa spam.

Baca Kebijakan Privasi untuk info perlindungan data lebih lanjut

Baca Juga

Re-Visiting The Brandals Album Pertama

Preman Laut

Siapa Aku, Kamu, dan Kita di Album Rimpang: Membongkar Pronomina versi ERK

Preman Laut

Bali Ditulis Terus, Tapi Tak Pernah ‘Didengar’

Preman Laut

Bagaimana Anak Muda Melihat Kota-kota di Bali? AJW 2025 Berikan Beasiswa Liputan

Redaksi

Siap-Siap! Komunal Bakal Tampil di Bali Jumat Pekan Ini

Redaksi

Di Hadapan Tuhan, Ahmad Dhani Hanyalah Sebutir Debu

Preman Laut
Beranda
Berita
Esai
Opini
Resensi