Denpasastra.net

Bagian dari rangkaian tur ‘Pitutur Vol. 2’

Jason Ranti Bakal Tampil di Bali 15 April Besok

Jason Ranti, solois folk asal Jakarta, dijadwalkan tampil di Bali pada 15 April 2026. Bertempat di Berbagi Kopi Penguyangan, acara dimulai pukul 18.00 WITA dengan harga tiket mulai dari Rp90.000.

Pertunjukan ini merupakan bagian dari rangkaian tur ‘Pitutur Vol. 2’ dan akan menghadirkan penampilan pembuka dari Yan Sanjaya bersama Onki Krisna yang baru saja merilis single kolaborasi Februari lalu. Melengkapi pertunjukan, bakal tampil juga James sebagai moniker solo project dari frontman Manja, James Sukadana.

Istilah ‘Pitutur’ sendiri berkaitan dengan lagu kolaborasi antara Jason Ranti dengan Pribumian (Aldio Khalisa) dalam proyek maxi single berisi dua lagu, ‘Ilmu Pasrah’ dan ‘Pitutour’ yang dirilis pada 2025 lalu. Dalam proyek tersebut, Jason Ranti terlibat sebagai penulis lirik pada lagu ‘Ilmu Pasrah’. Lagu ‘Pitutour’ awalnya ditulis sebagai catatan perjalanan tur mereka, sementara ‘Ilmu Pasrah’ memuat tema penerimaan.

Sebagai catatan, format tur ‘Pitutour’ sebelumnya telah berjalan pada 2025 dengan wilayah Jawa Timur sebagai fokus, mencakup Surabaya, Sidoarjo, Kediri, Malang, Jember, dan Banyuwangi pada 22 sampai 27 Februari 2025.

Di ‘Pitutour Vol. 2’ ini, Jason Ranti melanjutkan format pertunjukan solo dengan membawakan materi dari katalog lagu yang telah dirilis, termasuk lagu-lagu dari album Akibat Pergaulan Blues serta materi lain yang ditulis dalam periode setelahnya.

Jason Ranti memiliki nama lengkap Patrick Jason Ranti, lahir pada 22 Oktober 1984 di Tangerang Selatan. Ia berprofesi sebagai penyanyi, penulis lagu, dan pelukis, serta mulai aktif bermusik sejak 2012. Ia merilis album Akibat Pergaulan Blues pada 2017 melalui Demajors, yang memuat sebelas lagu termasuk ‘Variasi Pink’, ‘Bahaya Komunis’, dan ‘Do’a Sejuta Umat’.

Baca Juga  Benua dan Dunia Tanpa Manusia

Ia menggunakan vokal dan gitar dalam produksi dan pertunjukan musik. Lagu ‘Lagunya Begini Nadanya Begitu’ ia ciptakan untuk Sapardi Djoko Damono dan pernah dibawakan bersama Iwan Fals. Ia menempuh pendidikan di Universitas Atma Jaya Jakarta dengan gelar Sarjana Psikologi dan pernah bekerja di sektor non-musik sebelum fokus pada kariernya saat ini.

Baru-baru ini, Jason Ranti juga terlibat dalam proyek kolaborasi dengan Dongker melalui rilisan album I Don’t Know and I Dongker (2025), yang memuat single ‘Disarankan di Bandung’.

Tanggapi Tulisan Ini

Yay
Meh
Terima kasih. Responmu menjadi bagian dari arsip bacaan ini.

Klab Baca Denpasastra

Dapatkan kolom mingguan Denpasastra langsung ke inbox kamu setiap Minggu pagi. Gratis, tanpa spam.

Baca Kebijakan Privasi untuk info perlindungan data lebih lanjut

Baca Juga

Dua Gitar, Dua Suara, Satu Nubuat ala Onki Chrisna & Yansanjaya

Preman Laut

Feel Alive Bangkok 2026: Uji Struktur Morbid Monke di Panggung Regional Asia Tenggara

Preman Laut

Nelayan Pantai Sanur: Pengingat Karma yang Salah Alamat

Preman Laut

The Pianist dan Pertaruhan Ruang Intim di Denpasar

Preman Laut

Made Mawut: Musisi di Bali 2025 Dalam Sorotan

Preman Laut

Trabasenja Rilis Single dan Videoklip “Ogar Ogar Ogoh Ogoh”

Redaksi
Berita

Bagian dari rangkaian tur ‘Pitutur Vol. 2’

Jason Ranti Bakal Tampil di Bali 15 April Besok

Kredit foto: Detik/Asep Syaifullah

Jason Ranti, solois folk asal Jakarta, dijadwalkan tampil di Bali pada 15 April 2026. Bertempat di Berbagi Kopi Penguyangan, acara dimulai pukul 18.00 WITA dengan harga tiket mulai dari Rp90.000.

Pertunjukan ini merupakan bagian dari rangkaian tur ‘Pitutur Vol. 2’ dan akan menghadirkan penampilan pembuka dari Yan Sanjaya bersama Onki Krisna yang baru saja merilis single kolaborasi Februari lalu. Melengkapi pertunjukan, bakal tampil juga James sebagai moniker solo project dari frontman Manja, James Sukadana.

Istilah ‘Pitutur’ sendiri berkaitan dengan lagu kolaborasi antara Jason Ranti dengan Pribumian (Aldio Khalisa) dalam proyek maxi single berisi dua lagu, ‘Ilmu Pasrah’ dan ‘Pitutour’ yang dirilis pada 2025 lalu. Dalam proyek tersebut, Jason Ranti terlibat sebagai penulis lirik pada lagu ‘Ilmu Pasrah’. Lagu ‘Pitutour’ awalnya ditulis sebagai catatan perjalanan tur mereka, sementara ‘Ilmu Pasrah’ memuat tema penerimaan.

Sebagai catatan, format tur ‘Pitutour’ sebelumnya telah berjalan pada 2025 dengan wilayah Jawa Timur sebagai fokus, mencakup Surabaya, Sidoarjo, Kediri, Malang, Jember, dan Banyuwangi pada 22 sampai 27 Februari 2025.

Di ‘Pitutour Vol. 2’ ini, Jason Ranti melanjutkan format pertunjukan solo dengan membawakan materi dari katalog lagu yang telah dirilis, termasuk lagu-lagu dari album Akibat Pergaulan Blues serta materi lain yang ditulis dalam periode setelahnya.

Jason Ranti memiliki nama lengkap Patrick Jason Ranti, lahir pada 22 Oktober 1984 di Tangerang Selatan. Ia berprofesi sebagai penyanyi, penulis lagu, dan pelukis, serta mulai aktif bermusik sejak 2012. Ia merilis album Akibat Pergaulan Blues pada 2017 melalui Demajors, yang memuat sebelas lagu termasuk ‘Variasi Pink’, ‘Bahaya Komunis’, dan ‘Do’a Sejuta Umat’.

Baca Juga  Dari Lombok untuk Kritik Musik

Ia menggunakan vokal dan gitar dalam produksi dan pertunjukan musik. Lagu ‘Lagunya Begini Nadanya Begitu’ ia ciptakan untuk Sapardi Djoko Damono dan pernah dibawakan bersama Iwan Fals. Ia menempuh pendidikan di Universitas Atma Jaya Jakarta dengan gelar Sarjana Psikologi dan pernah bekerja di sektor non-musik sebelum fokus pada kariernya saat ini.

Baru-baru ini, Jason Ranti juga terlibat dalam proyek kolaborasi dengan Dongker melalui rilisan album I Don’t Know and I Dongker (2025), yang memuat single ‘Disarankan di Bandung’.

Tanggapi Tulisan Ini

Yay
Meh
Terima kasih. Responmu menjadi bagian dari arsip bacaan ini.

Klab Baca Denpasastra

Dapatkan kolom mingguan Denpasastra langsung ke inbox kamu setiap Minggu pagi. Gratis, tanpa spam.

Baca Kebijakan Privasi untuk info perlindungan data lebih lanjut

Baca Juga

Mendebat Kandungan Nutrisi ‘Candu Baru’

Preman Laut

Merayakan 25 Tahun Album OK Computer – Radiohead

Preman Laut

‘Restoe Boemi’ Dewa 19 dan Tafsir Lagu tentang Krisis Alam

Preman Laut

Satu Teks, Banyak Kepemilikan: Perbedaan Sastra dan Musik dalam Sistem Hak Cipta

Preman Laut

Nosstress Rilis Videoklip dari Single Baru ‘Semakin Jauh’

Redaksi

Kolaborasi Usman Hamid dan Reza Ryan di ‘Theory of Nothing’ Lahirkan Debut Single ‘Pahlawan’

Redaksi
Beranda
Berita
Esai
Opini
Resensi