Denpasastra.net

Rekomendasi Tiga Rilisan Musik Pekan Ini: Feral Stripes, Microbot dan Catur Hari Wijaya

Tiga rilisan baru dari Bali menghentak di pembuka April, bergerak dari Ubud, Canggu sampai Denpasar!

Masing-masing datang dengan latar produksi, pendekatan musikal dan konteks rilis yang berbeda.

Dari Ubud, Catur Hari Wijaya merilis Ratu Adil dengan lirik berbahasa Jawa yang memuat frasa seperti ‘Satrio kang piningit’ dan ‘Ratumu iku awakmu.’ Lagu ini menyusun narasi tentang figur ratu adil yang ditempatkan di dalam diri.

Secara musikal, komposisinya memadukan melodi Arab, India, dan Jawa dalam satu aransemen. Struktur dibuat minimal untuk memberi ruang pada vokal dan teks.

Dari Canggu, Microbot merilis Color Of, materi yang mulai ditulis pada 2005–2006 dan diselesaikan pada 2010 sebelum akhirnya dirilis ulang secara digital pada 2026. Proyek ini berasal dari fase awal skena elektronik Bali.

Album ini berisi beberapa pendekatan genre seperti industrial & breakbeat, darkwave, new wave dengan sentuhan gamelan, jungle, EBM, hingga discowave. Setiap track membawa karakter bunyi yang berbeda sesuai konsep ‘warna’ dalam album.

Dari Denpasar, Feral Stripes merilis Run Run Run yang sudah tersedia di berbagai DSP. Lagu ini juga telah dilengkapi versi videoklip yang tayang di kanal YouTube resmi band.

Produksinya melibatkan beberapa pihak: lirik ditulis oleh Rozi Enzia, aransemen oleh Pasek Kamajaya, Dwi Putra Negara dan Gesta Rangga, serta proses mixing dan mastering oleh Windu Segara Senet.

Fingercrossed, tapi jika energi dan waktu mencukupi, resensi mendalam masing-masing karya akan saya posting menyusul.

Stay tuned!

Tanggapi Tulisan Ini

Yay
Meh
Terima kasih. Responmu menjadi bagian dari arsip bacaan ini.
Baca Juga  Dodot Atmodjo: Dari Misteri Rekaman yang Hilang Sampai ke Rilisan Album White Piano

Klab Baca Denpasastra

Dapatkan kolom mingguan Denpasastra langsung ke inbox kamu setiap Minggu pagi. Gratis, tanpa spam.

Baca Kebijakan Privasi untuk info perlindungan data lebih lanjut

Baca Juga

Cahaya dan Siluet Aneh Lagu Mati Suri – rumahsakit di Televisi Nasional

Redaksi

Morbid Monke: Anomali Sonik dari Denpasar

Preman Laut

Hindia dan Metafiksi Baskara Putra: Saat Musik Jadi Percakapan Dua Arah

Preman Laut

Regulator: Permainan Makna dan Paradoks Kritik Feral Stripes

Preman Laut

Bukan Sekadar Festival Musik: Catatan dari UVJF 2025 dan Polemik Jazz Indonesia

Preman Laut

SID Siapkan Delapan Lagu Baru, Jerinx Bocorkan Kolaborasi dengan Rebellion Rose

Redaksi
Berita

Rekomendasi Tiga Rilisan Musik Pekan Ini: Feral Stripes, Microbot dan Catur Hari Wijaya

Tiga rilisan baru dari Bali menghentak di pembuka April, bergerak dari Ubud, Canggu sampai Denpasar!

Masing-masing datang dengan latar produksi, pendekatan musikal dan konteks rilis yang berbeda.

Dari Ubud, Catur Hari Wijaya merilis Ratu Adil dengan lirik berbahasa Jawa yang memuat frasa seperti ‘Satrio kang piningit’ dan ‘Ratumu iku awakmu.’ Lagu ini menyusun narasi tentang figur ratu adil yang ditempatkan di dalam diri.

Secara musikal, komposisinya memadukan melodi Arab, India, dan Jawa dalam satu aransemen. Struktur dibuat minimal untuk memberi ruang pada vokal dan teks.

Dari Canggu, Microbot merilis Color Of, materi yang mulai ditulis pada 2005–2006 dan diselesaikan pada 2010 sebelum akhirnya dirilis ulang secara digital pada 2026. Proyek ini berasal dari fase awal skena elektronik Bali.

Album ini berisi beberapa pendekatan genre seperti industrial & breakbeat, darkwave, new wave dengan sentuhan gamelan, jungle, EBM, hingga discowave. Setiap track membawa karakter bunyi yang berbeda sesuai konsep ‘warna’ dalam album.

Dari Denpasar, Feral Stripes merilis Run Run Run yang sudah tersedia di berbagai DSP. Lagu ini juga telah dilengkapi versi videoklip yang tayang di kanal YouTube resmi band.

Produksinya melibatkan beberapa pihak: lirik ditulis oleh Rozi Enzia, aransemen oleh Pasek Kamajaya, Dwi Putra Negara dan Gesta Rangga, serta proses mixing dan mastering oleh Windu Segara Senet.

Fingercrossed, tapi jika energi dan waktu mencukupi, resensi mendalam masing-masing karya akan saya posting menyusul.

Stay tuned!

Tanggapi Tulisan Ini

Yay
Meh
Terima kasih. Responmu menjadi bagian dari arsip bacaan ini.
Baca Juga  Catat Tanggalnya, 5 Pianist Bali Bakal Tampil Intim di Denpasar

Klab Baca Denpasastra

Dapatkan kolom mingguan Denpasastra langsung ke inbox kamu setiap Minggu pagi. Gratis, tanpa spam.

Baca Kebijakan Privasi untuk info perlindungan data lebih lanjut

Baca Juga

Membaca Estetika Kekalahan dalam Lagu-Lagu Sheila On 7

Preman Laut

Lagu Indonesia Patah Hati Paling Ikonik 90-an: Terpuruk Ku di Sini – KLa Project

Preman Laut

Nelayan Pantai Sanur: Pengingat Karma yang Salah Alamat

Preman Laut

Jazz Antar Benua Rasa Ubud: Catatan Pandangan Mata Hari Pertama Sthala UVJF 2025

Preman Laut

Hindia dan Metafiksi Baskara Putra: Saat Musik Jadi Percakapan Dua Arah

Preman Laut

Siapa Aku, Kamu, dan Kita di Album Rimpang: Membongkar Pronomina versi ERK

Preman Laut
Beranda
Berita
Esai
Opini
Resensi