Konten Sensitif: Membahas topik kematian dan kehilangan. Harap bijak dalam menyimak.
***
Selama ini saya keliru menganggap lagu ‘Terbang’ karya The Fly sebagai lagu tentang kebebasan.
Liriknya memang ringan, penuh citra terang dan terdengar seperti ajakan untuk lepas dari batasan. Semacam ada keinginan untuk terbang, menggapai mentari serta menyatu dengan sesuatu yang terasa indah.
Namun jika dibaca lebih dekat, beberapa frasa memang terasa janggal. Misal saja pada lirik ‘hatiku yang membeku’, ‘tak ingin lepas jiwa dan batinku’, ‘tebari bunga jalanku’, hingga ‘melati mekar mewangi’ yang tidak sepenuhnya selaras dengan semangat kebebasan nan hangat.
Pada titik itu, lagu ini tidak lagi terdengar seperti perayaan. Seolah ada peristiwa yang terlalu berat, lalu dilapisi dengan diksi indah.
Kecurigaan terjawab ketika videoklip mulai dibedah. Sejak pembuka lagu, kita disuguhkan pada sosok seorang pria menyetop taksi, masuk ke sebuah rumah dan menemukan tubuh sosok perempuan yang telah tiada.
Alih-alih mencari bantuan, ia justru membawa tubuh itu pergi, menjauh dari jalan raya dan menggendongnya dengan susah payah masuk ke sebuah hutan.
Di situ, tubuh tadi mulai diperlakukan seperti hendak bersiap, rambutnya disisir, wajah dibersihkan, gincu dioleskan dan sepucuk bunga mekar diletakkan. Lalu tubuh itu dilarung ke sungai, tanpa upacara dan tanpa aba-aba. Lagu pun selesai.
Di titik ini tafsir atas posisi ‘aku’ bergeser. Agaknya ‘aku’ bukanlah sosok yang mengejar kebebasan individu, melainkan sosok perempuan yang telah berpulang.
Dus, ‘ku ingin terbang’ bukan lagi keinginan menuju kebebasan, tetapi kondisi meninggalkan kefanaan duniawi menuju keabadian.
Lirik yang semula terasa romantis kini berubah fungsi. Ia tidak lagi menjelaskan perasaan, melainkan membungkus peristiwa.
Setidaknya, sejak melihatnya seperti ini, saya tidak lagi bisa mendengar lagu ini sebagai narasi indah tentang kebebasan.
Ia terasa lebih dekat sebagai cara halus kita dalam menyamarkan kepergian, agar yang ditinggalkan tetap bisa merasa utuh dan terbebas dari beban kehilangan.
