Denpasastra.net

Feel Alive Bangkok 2026: Uji Struktur Morbid Monke di Panggung Regional Asia Tenggara

Tur bukan puncak. Ia adalah uji struktur. Feel Alive Bangkok Tour 2026 menempatkan Morbid Monke dalam rangkaian dua panggung utama di Bangkok, dimulai dari Bangkok Music City, sebuah showcase festival dengan delapan stage yang tersebar di pusat kota. Pada hari pertama, pukul 21.30, mereka menutup malam di Stage 8, berlokasi di Small World, sebuah ruang komunal kreatif lantai empat di The Corner House Bangkok.

Sebanyak 11 lagu dimainkan dalam durasi sekitar 40 menit. Ruang yang padat membuat penonton nyaris tak memiliki ruang gerak; respons diekspresikan melalui anggukan kepala dan tangan terangkat. Atmosfer malam itu turut diwarnai interaksi lintas kolektif, termasuk kehadiran unit rave ‘n’ roll Bangkok, S.O.L.E, yang tampil di stage berbeda pada festival yang sama.

Rangkaian berlanjut ke Blueprint Live House, sekitar tiga puluh menit dari lokasi festival. Di sini, Morbid Monke tampil bersama sesama alumni Axean Festival: Inis (ID), Door Plant (TH), dan One Click Straight (PH). Pada set berdurasi 30 menit tersebut, kolaborasi dengan S.O.L.E terjadi di lagu “Loser DogGo!”, menghadirkan Mikey dan Tritled ke atas panggung pada bagian akhir lagu. Kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari jejaring yang terbangun sejak pertemuan mereka di Axean Festival tahun sebelumnya.

Secara pendanaan, tur ini dijalankan dengan 100 persen dana pribadi para personel. Dukungan produksi dan jejaring datang dari SRM Bookings & Services serta BGS Bali melalui produksi Morbid Zine #02 Feel Alive Bangkok Tour 2026, yang turut didistribusikan kepada delegasi Bangkok Music City. Dukungan lain tercatat dari Alam Semesta Distillery dan Denpasastra sebagai media partner.

Sepulang dari Bangkok, Morbid Monke langsung melanjutkan aktivitas panggung di Bali tanpa jeda panjang: pembukaan JRXNRA Rock Gym Kuta pada 1 Februari dan Millers Intimate Series di Millers Records Kerobokan pada 7 Februari, yang diprakarsai Millers Records bersama SRM Bookings & Services serta Kura Kura Beer.

Baca Juga  Antida Sound Garden Kembali Hadir Setelah 13 Tahun

Merchandise resmi tur yakni kaus heavy cotton 16s dengan tinta plastisol dalam dua warna (hitam dan putih), serta sticker pack dan pin edisi pink dan hitam dirilis sebagai bagian dari rangkaian Feel Alive Bangkok Tour 2026. Distribusi merchandise ini menjadi bagian dari model pembiayaan mandiri sekaligus dokumentasi perjalanan tur.

Dalam keseluruhan rangkaian tersebut, Feel Alive terbaca bukan sebagai perayaan tunggal, melainkan sebagai mekanisme kerja: tampil, membangun jejaring, memproduksi dokumentasi, lalu mengaktifkan kembali momentum di ruang lokal.

Tanggapi Tulisan Ini

Yay
Meh
Terima kasih. Responmu menjadi bagian dari arsip bacaan ini.

Klab Baca Denpasastra

Dapatkan kolom mingguan Denpasastra langsung ke inbox kamu setiap Minggu pagi. Gratis, tanpa spam.

Baca Kebijakan Privasi untuk info perlindungan data lebih lanjut

Baca Juga

Catur Hari Wijaya Gelar Konser Rilisan Album Kedua Berjudul Kosmos

Redaksi

‘Restoe Boemi’ Dewa 19 dan Tafsir Lagu tentang Krisis Alam

Preman Laut

Merayakan Rindu 50 Tahun Kemudian: Revisiting Wish You Were Here – Pink Floyd (1975 – 2025)

Preman Laut

Satu Teks, Banyak Kepemilikan: Perbedaan Sastra dan Musik dalam Sistem Hak Cipta

Preman Laut

Pasif Agresif Dee Lestari di Single Baru

Preman Laut

Bogie Prasetyo: Jazz Itu Minoritas, Tapi Kami Setia

Preman Laut
Opini

Feel Alive Bangkok 2026: Uji Struktur Morbid Monke di Panggung Regional Asia Tenggara

Tur bukan puncak. Ia adalah uji struktur. Feel Alive Bangkok Tour 2026 menempatkan Morbid Monke dalam rangkaian dua panggung utama di Bangkok, dimulai dari Bangkok Music City, sebuah showcase festival dengan delapan stage yang tersebar di pusat kota. Pada hari pertama, pukul 21.30, mereka menutup malam di Stage 8, berlokasi di Small World, sebuah ruang komunal kreatif lantai empat di The Corner House Bangkok.

Sebanyak 11 lagu dimainkan dalam durasi sekitar 40 menit. Ruang yang padat membuat penonton nyaris tak memiliki ruang gerak; respons diekspresikan melalui anggukan kepala dan tangan terangkat. Atmosfer malam itu turut diwarnai interaksi lintas kolektif, termasuk kehadiran unit rave ‘n’ roll Bangkok, S.O.L.E, yang tampil di stage berbeda pada festival yang sama.

Rangkaian berlanjut ke Blueprint Live House, sekitar tiga puluh menit dari lokasi festival. Di sini, Morbid Monke tampil bersama sesama alumni Axean Festival: Inis (ID), Door Plant (TH), dan One Click Straight (PH). Pada set berdurasi 30 menit tersebut, kolaborasi dengan S.O.L.E terjadi di lagu “Loser DogGo!”, menghadirkan Mikey dan Tritled ke atas panggung pada bagian akhir lagu. Kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari jejaring yang terbangun sejak pertemuan mereka di Axean Festival tahun sebelumnya.

Secara pendanaan, tur ini dijalankan dengan 100 persen dana pribadi para personel. Dukungan produksi dan jejaring datang dari SRM Bookings & Services serta BGS Bali melalui produksi Morbid Zine #02 Feel Alive Bangkok Tour 2026, yang turut didistribusikan kepada delegasi Bangkok Music City. Dukungan lain tercatat dari Alam Semesta Distillery dan Denpasastra sebagai media partner.

Sepulang dari Bangkok, Morbid Monke langsung melanjutkan aktivitas panggung di Bali tanpa jeda panjang: pembukaan JRXNRA Rock Gym Kuta pada 1 Februari dan Millers Intimate Series di Millers Records Kerobokan pada 7 Februari, yang diprakarsai Millers Records bersama SRM Bookings & Services serta Kura Kura Beer.

Baca Juga  Antida Sound Garden Kembali Hadir Setelah 13 Tahun

Merchandise resmi tur yakni kaus heavy cotton 16s dengan tinta plastisol dalam dua warna (hitam dan putih), serta sticker pack dan pin edisi pink dan hitam dirilis sebagai bagian dari rangkaian Feel Alive Bangkok Tour 2026. Distribusi merchandise ini menjadi bagian dari model pembiayaan mandiri sekaligus dokumentasi perjalanan tur.

Dalam keseluruhan rangkaian tersebut, Feel Alive terbaca bukan sebagai perayaan tunggal, melainkan sebagai mekanisme kerja: tampil, membangun jejaring, memproduksi dokumentasi, lalu mengaktifkan kembali momentum di ruang lokal.

Tanggapi Tulisan Ini

Yay
Meh
Terima kasih. Responmu menjadi bagian dari arsip bacaan ini.

Klab Baca Denpasastra

Dapatkan kolom mingguan Denpasastra langsung ke inbox kamu setiap Minggu pagi. Gratis, tanpa spam.

Baca Kebijakan Privasi untuk info perlindungan data lebih lanjut

Baca Juga

Catur Hari Wijaya Gelar Konser Rilisan Album Kedua Berjudul Kosmos

Redaksi

Made Mawut: Musisi di Bali 2025 Dalam Sorotan

Preman Laut

‘Bermimpi’ ala Base Jam dan Fase Yang Berulang

Preman Laut

Sayembara Cerpen Denpasar 2025 Resmi Dibuka, Batas Akhir 31 Oktober

Redaksi

Apakah Bread & Circus Menandai Kedewasaan Politik The SIGIT?

Ihsan Jarot

Satu Teks, Banyak Kepemilikan: Perbedaan Sastra dan Musik dalam Sistem Hak Cipta

Preman Laut
Beranda
Berita
Esai
Opini
Resensi