Denpasastra.net

Pentolan Homicide, Herry Sutresna Rilis Buku Kumpulan Esai Musik ‘Setiap Api Butuh Sedikit Bantuan’

Musisi dan penulis asal Bandung, Herry Sutresna, akan merilis buku kumpulan esai berjudul Setiap Api Butuh Sedikit Bantuan pada 25 November 2025 melalui penerbit Consumed Media. Buku ini berisi tulisan-tulisan reflektif tentang musik, politik, kegaduhan, dan kerapuhan, disertai kata pengantar dari Krishnamurti Suparka.

Herry Sutresna—dikenal dengan nama Ucok atau Morgue Vanguard—merupakan salah satu pendiri dan pentolan kelompok hip-hop Homicide yang berdiri di Bandung pada 1994 bersama Sarkasz dan Punish. Homicide dikenal karena lirik-liriknya yang keras dan berpihak pada isu sosial serta politik akar rumput, menjadikannya salah satu tonggak penting dalam sejarah hip-hop independen di Indonesia sebelum bubar pada 2007.

Setelah Homicide berakhir, Herry tetap aktif di bidang musik dan kebudayaan melalui label independen Grimloc Records, penerbitan zine, serta pengarsipan dokumentasi musik bawah tanah. Pada 2024, arsip perjalanan kariernya selama tiga dekade ditampilkan dalam pameran Membaca Gejala dari Jelaga di Bandung.

Pada Juli 2025, Herry juga tampil dalam Singaraja Literary Festival di Museum Buleleng melalui workshop Hip Hop sebagai Tradisi Lisan Kontemporer: Rima, Ritme, dan Resistensi bersama Marlowe Bandem.

Buku Setiap Api Butuh Sedikit Bantuan akan dijual seharga Rp169.000 dan dapat dipesan melalui kanal resmi Consumed Media di Instagram (@consumed_media). Penerbit akan mengumumkan jadwal acara peluncuran dan distribusi buku pada waktu mendatang.

Tanggapi Tulisan Ini

Yay
Meh
Terima kasih. Responmu menjadi bagian dari arsip bacaan ini.
Baca Juga  Tujuh Tahun Hiatus, Scared Of Bums Gelar Pesta Sesi Dengar Materi Baru

Klab Baca Denpasastra

Dapatkan kolom mingguan Denpasastra langsung ke inbox kamu setiap Minggu pagi. Gratis, tanpa spam.

Baca Kebijakan Privasi untuk info perlindungan data lebih lanjut

Baca Juga

Melancholic Bitch: Band Mitos Ini Menolak Jadi Mitos

Preman Laut

Positivisme Palsu ‘Carry On’ ala Soul and Kith

Preman Laut

Apakah Bread & Circus Menandai Kedewasaan Politik The SIGIT?

Ihsan Jarot

Lagu Indonesia Patah Hati Paling Ikonik 90-an: Terpuruk Ku di Sini – KLa Project

Preman Laut

Cahaya dan Siluet Aneh Lagu Mati Suri – rumahsakit di Televisi Nasional

Redaksi

Hindia dan Metafiksi Baskara Putra: Saat Musik Jadi Percakapan Dua Arah

Preman Laut
Berita

Pentolan Homicide, Herry Sutresna Rilis Buku Kumpulan Esai Musik ‘Setiap Api Butuh Sedikit Bantuan’

Musisi dan penulis asal Bandung, Herry Sutresna, akan merilis buku kumpulan esai berjudul Setiap Api Butuh Sedikit Bantuan pada 25 November 2025 melalui penerbit Consumed Media. Buku ini berisi tulisan-tulisan reflektif tentang musik, politik, kegaduhan, dan kerapuhan, disertai kata pengantar dari Krishnamurti Suparka.

Herry Sutresna—dikenal dengan nama Ucok atau Morgue Vanguard—merupakan salah satu pendiri dan pentolan kelompok hip-hop Homicide yang berdiri di Bandung pada 1994 bersama Sarkasz dan Punish. Homicide dikenal karena lirik-liriknya yang keras dan berpihak pada isu sosial serta politik akar rumput, menjadikannya salah satu tonggak penting dalam sejarah hip-hop independen di Indonesia sebelum bubar pada 2007.

Setelah Homicide berakhir, Herry tetap aktif di bidang musik dan kebudayaan melalui label independen Grimloc Records, penerbitan zine, serta pengarsipan dokumentasi musik bawah tanah. Pada 2024, arsip perjalanan kariernya selama tiga dekade ditampilkan dalam pameran Membaca Gejala dari Jelaga di Bandung.

Pada Juli 2025, Herry juga tampil dalam Singaraja Literary Festival di Museum Buleleng melalui workshop Hip Hop sebagai Tradisi Lisan Kontemporer: Rima, Ritme, dan Resistensi bersama Marlowe Bandem.

Buku Setiap Api Butuh Sedikit Bantuan akan dijual seharga Rp169.000 dan dapat dipesan melalui kanal resmi Consumed Media di Instagram (@consumed_media). Penerbit akan mengumumkan jadwal acara peluncuran dan distribusi buku pada waktu mendatang.

Tanggapi Tulisan Ini

Yay
Meh
Terima kasih. Responmu menjadi bagian dari arsip bacaan ini.
Baca Juga  Nelayan Pantai Sanur: Pengingat Karma yang Salah Alamat

Klab Baca Denpasastra

Dapatkan kolom mingguan Denpasastra langsung ke inbox kamu setiap Minggu pagi. Gratis, tanpa spam.

Baca Kebijakan Privasi untuk info perlindungan data lebih lanjut

Baca Juga

Tujuh Tahun Hiatus, Scared Of Bums Gelar Pesta Sesi Dengar Materi Baru

Redaksi

Nusa Fantasma: Hantu Banda dan Nyanyian dari Laut

Preman Laut

Filastine feat. Nova Ruth dan Ramalan Indonesia Collapse 2030

Preman Laut

Hari-Hari Terakhir Peterpan

Preman Laut

Dari Banjir Bali ke Tragedi Sumatra: Solidaritas yang Menyebrangi Laut

Redaksi

S.H.I.T.H.E.A.D: Musisi di Bali 2025 Dalam Sorotan

Preman Laut
Beranda
Berita
Esai
Opini
Resensi