Denpasastra.net

Siap-Siap! Komunal Bakal Tampil di Bali Jumat Pekan Ini

Band metal asal Bandung, Komunal, akan tampil di Bali pada Jumat, 12 Desember 2025, dalam perayaan ulang tahun ke-12 BGS Bali. Acara berlangsung di BGS Dreamland dan dibuka untuk publik mulai pukul 17.00.

Komunal merupakan salah satu band metal berpengaruh di Indonesia. Setelah 13 tahun tanpa merilis album penuh sejak Gemuruh Musik Pertiwi (2012), band ini kembali menandai eksistensinya lewat album keempat Nostalgia yang dirilis pada 31 Mei 2025 lalu. Album berisi 10 lagu heavy metal itu dikerjakan sejak 2020 dan dirilis dalam format digital serta fisik (vinyl, CD, dan kaset) sebagai pernyataan bahwa kehadiran mereka masih relevan di tengah lanskap musik modern.

Dalam rangka menghadirkan panggung yang merepresentasikan akar komunitas surf, skate, punk, dan metal, BGS Bali memilih Komunal sebagai salah satu penampil utama tahun ini. Kecocokan itu tidak kebetulan: BGS sejak awal tumbuh dari kedekatan dengan kultur musik independen, membuat kehadiran Komunal menjadi bentuk perayaan yang sejalan dengan identitas mereka.

BGS Bali sendiri bermula pada 2013 ketika Jordan, wave chaser asal Kanada yang tumbuh dalam kultur musik keras, dan Komang, peselancar lokal yang kemudian membuka sebuah ruang kecil di kawasan Bukit. Ruang itu awalnya hanya tempat singgah peselancar, pecinta kopi, dan musisi. Dari obrolan seputar ombak, kaset punk-hardcore-metal, hingga gigs kecil yang berlangsung spontan, komunitas BGS terbentuk dan berkembang secara organik.

Perkembangan itu kemudian menjadikan BGS salah satu coffee shop yang dikenal luas di Bali berkat sajian dan racikan kopi Mandailing yang digemari baik oleh warga lokal maupun wisatawan. Koleksi surf shop-nya yang terus bertambah menjadikan BGS salah satu tujuan utama para peselancar dan skater di Bukit. Posisi ini memperkuat peran BGS sebagai pusat pertemuan komunitas surf, skate, dan musik independen di Bali selatan.

Baca Juga  Dua Gitar, Dua Suara, Satu Nubuat ala Onki Chrisna & Yansanjaya

Selain Komunal, panggung ulang tahun ini akan menampilkan The Sneakers, Morbid Monke, S.H.I.T.H.E.A.D dan SN/FF. Agenda lain mencakup peluncuran kolaborasi CHPO x BGS, pameran Artwall, live screen printing, skate jam, serta stan makanan dan minuman.

Penyelenggara menyebut acara ini terbuka bagi publik sebagai perayaan perjalanan BGS bersama komunitas yang membesarkannya selama 12 tahun terakhir.

See you on the mosh pit!

Tanggapi Tulisan Ini

Yay
Meh
Terima kasih. Responmu menjadi bagian dari arsip bacaan ini.

Klab Baca Denpasastra

Dapatkan kolom mingguan Denpasastra langsung ke inbox kamu setiap Minggu pagi. Gratis, tanpa spam.

Baca Kebijakan Privasi untuk info perlindungan data lebih lanjut

Baca Juga

Mendaras Ulang ‘Hail to The Thief’ – Radiohead di 2025: Panggilan Terbuka Untuk Para Maling

Preman Laut

Catur Hari Wijaya Gelar Konser Rilisan Album Kedua Berjudul Kosmos

Redaksi

Lagu Indonesia Patah Hati Paling Ikonik 90-an: Terpuruk Ku di Sini – KLa Project

Preman Laut

Re-Visiting The Brandals Album Pertama

Preman Laut

Anti Romantisisme Pop Indonesia Dimulai dari Potret Lewat Lagu ‘Salah’

Preman Laut

Bersiap-Siap! The Rocktober Bakal Dihelat di Bali Minggu Depan

Redaksi
Berita

Siap-Siap! Komunal Bakal Tampil di Bali Jumat Pekan Ini

Band metal asal Bandung, Komunal, akan tampil di Bali pada Jumat, 12 Desember 2025, dalam perayaan ulang tahun ke-12 BGS Bali. Acara berlangsung di BGS Dreamland dan dibuka untuk publik mulai pukul 17.00.

Komunal merupakan salah satu band metal berpengaruh di Indonesia. Setelah 13 tahun tanpa merilis album penuh sejak Gemuruh Musik Pertiwi (2012), band ini kembali menandai eksistensinya lewat album keempat Nostalgia yang dirilis pada 31 Mei 2025 lalu. Album berisi 10 lagu heavy metal itu dikerjakan sejak 2020 dan dirilis dalam format digital serta fisik (vinyl, CD, dan kaset) sebagai pernyataan bahwa kehadiran mereka masih relevan di tengah lanskap musik modern.

Dalam rangka menghadirkan panggung yang merepresentasikan akar komunitas surf, skate, punk, dan metal, BGS Bali memilih Komunal sebagai salah satu penampil utama tahun ini. Kecocokan itu tidak kebetulan: BGS sejak awal tumbuh dari kedekatan dengan kultur musik independen, membuat kehadiran Komunal menjadi bentuk perayaan yang sejalan dengan identitas mereka.

BGS Bali sendiri bermula pada 2013 ketika Jordan, wave chaser asal Kanada yang tumbuh dalam kultur musik keras, dan Komang, peselancar lokal yang kemudian membuka sebuah ruang kecil di kawasan Bukit. Ruang itu awalnya hanya tempat singgah peselancar, pecinta kopi, dan musisi. Dari obrolan seputar ombak, kaset punk-hardcore-metal, hingga gigs kecil yang berlangsung spontan, komunitas BGS terbentuk dan berkembang secara organik.

Perkembangan itu kemudian menjadikan BGS salah satu coffee shop yang dikenal luas di Bali berkat sajian dan racikan kopi Mandailing yang digemari baik oleh warga lokal maupun wisatawan. Koleksi surf shop-nya yang terus bertambah menjadikan BGS salah satu tujuan utama para peselancar dan skater di Bukit. Posisi ini memperkuat peran BGS sebagai pusat pertemuan komunitas surf, skate, dan musik independen di Bali selatan.

Baca Juga  Hari-Hari Terakhir Peterpan

Selain Komunal, panggung ulang tahun ini akan menampilkan The Sneakers, Morbid Monke, S.H.I.T.H.E.A.D dan SN/FF. Agenda lain mencakup peluncuran kolaborasi CHPO x BGS, pameran Artwall, live screen printing, skate jam, serta stan makanan dan minuman.

Penyelenggara menyebut acara ini terbuka bagi publik sebagai perayaan perjalanan BGS bersama komunitas yang membesarkannya selama 12 tahun terakhir.

See you on the mosh pit!

Tanggapi Tulisan Ini

Yay
Meh
Terima kasih. Responmu menjadi bagian dari arsip bacaan ini.

Klab Baca Denpasastra

Dapatkan kolom mingguan Denpasastra langsung ke inbox kamu setiap Minggu pagi. Gratis, tanpa spam.

Baca Kebijakan Privasi untuk info perlindungan data lebih lanjut

Baca Juga

Catur Hari Wijaya: Musisi di Bali 2025 Dalam Sorotan

Preman Laut

Tersesat di Bali Bersama Palm Theory

Preman Laut

Lagipula Hidup Akan Berakhir: Merayakan Kekalahan, Lalu Apa?

Preman Laut

Lagu Indonesia Patah Hati Paling Ikonik 90-an: Terpuruk Ku di Sini – KLa Project

Preman Laut

Membaca Estetika Kekalahan dalam Lagu-Lagu Sheila On 7

Preman Laut

Dari Lombok untuk Kritik Musik

Preman Laut
Beranda
Berita
Esai
Opini
Resensi