Denpasastra.net

Album Musikalisasi Puisi “Jalan Suara” Diluncurkan, Royalti Masih Jadi Catatan

Yayasan Kesenian Sadewa Bali meluncurkan album digital Jalan Suara, hasil kolaborasi dengan komunitas disabilitas netra. Album ini berisi sepuluh karya musikalisasi puisi dalam bahasa Indonesia dan Bali, namun belum disertai skema pembagian royalti bagi para performer dan pengaransemen.

Ketua Yayasan, Ryan Indra Darmawan, mengungkapkan bahwa seluruh puisi yang digunakan dalam album telah memperoleh izin resmi dari para penyair sebelum diaransemen dan dirilis di platform digital seperti Spotify dan YouTube Music. Namun, perihal pengelolaan royalti dan pembagian keuntungan dari distribusi digital, Ryan menyebut hal tersebut masih dalam tahap diskusi internal.

“Sampai saat ini belum ada pembicaraan detail terkait pembagian royalti. Tapi seluruh proses izin terhadap karya puisi sudah kami lakukan secara resmi,” ujar Ryan saat ditemui pada peluncuran album.

Album Jalan Suara merupakan hasil latihan intensif selama lebih dari tiga bulan yang melibatkan lima kelompok penyandang disabilitas netra dari berbagai daerah di Bali. Masing-masing kelompok membawakan dua puisi bertema senada, mulai dari kerinduan, ironi, romantisme, hingga isu lingkungan. Produksi musik dipimpin oleh Heri Windi Anggara dari kelompok Sekali Pentas, yang dikenal aktif dalam dunia musikalisasi puisi.

Heri menjelaskan bahwa ia tidak menerapkan pendekatan musikal yang kaku dalam proses kreatif. “Saya lebih fokus pada semangat puisinya. Tidak semua peserta punya latar belakang musik, jadi aransemen disesuaikan dengan kemampuan mereka, bukan sebaliknya,” katanya.

Dalam satu lagu, Heri bahkan memilih suara anak-anak sebagai vokal utama karena dinilai lebih jujur dan tulus. Ia juga menghindari pendekatan genre tertentu, dan justru membawa inspirasi dari gerakan musik rakyat yang pernah menjadi simbol perlawanan sosial.

Ketiadaan skema royalti dalam proyek ini menyoroti pentingnya diskusi lebih lanjut terkait inklusi penyandang disabilitas dalam ekosistem musik digital yang adil. Apalagi, karya yang dirilis di platform besar berpotensi menjangkau audiens luas dan menghasilkan pendapatan.

Baca Juga  Simulasi Kesadaran AI dalam Produksi Puisi

Yayasan Kesenian Sadewa Bali sendiri sudah aktif sejak 2013 dan telah menjalin kolaborasi dengan komunitas disabilitas sejak 2016. Mereka berkomitmen untuk terus mendorong ruang ekspresi bagi semua kalangan melalui pendekatan seni partisipatif.

Tanggapi Tulisan Ini

Yay
Meh
Terima kasih. Responmu menjadi bagian dari arsip bacaan ini.

Klab Baca Denpasastra

Dapatkan kolom mingguan Denpasastra langsung ke inbox kamu setiap Minggu pagi. Gratis, tanpa spam.

Baca Kebijakan Privasi untuk info perlindungan data lebih lanjut

Baca Juga

Tujuh Tahun Hiatus, Scared Of Bums Gelar Pesta Sesi Dengar Materi Baru

Redaksi

Lihai Gunakan Kata Bersayap, Profesi Sastrawan Terancam Digantikan Anggota DPR

Preman Laut

10 Cerpen Terpilih Sayembara Cerpen Denpasar 2025 Resmi Diumumkan

Redaksi

Regulator: Permainan Makna dan Paradoks Kritik Feral Stripes

Preman Laut

Sastra di Inggris dalam Ancaman AI: Yang Bisa Kita Pelajari di Indonesia

Preman Laut

Mendebat Kandungan Nutrisi ‘Candu Baru’

Preman Laut
Berita

Album Musikalisasi Puisi “Jalan Suara” Diluncurkan, Royalti Masih Jadi Catatan

Yayasan Kesenian Sadewa Bali meluncurkan album digital Jalan Suara, hasil kolaborasi dengan komunitas disabilitas netra. Album ini berisi sepuluh karya musikalisasi puisi dalam bahasa Indonesia dan Bali, namun belum disertai skema pembagian royalti bagi para performer dan pengaransemen.

Ketua Yayasan, Ryan Indra Darmawan, mengungkapkan bahwa seluruh puisi yang digunakan dalam album telah memperoleh izin resmi dari para penyair sebelum diaransemen dan dirilis di platform digital seperti Spotify dan YouTube Music. Namun, perihal pengelolaan royalti dan pembagian keuntungan dari distribusi digital, Ryan menyebut hal tersebut masih dalam tahap diskusi internal.

“Sampai saat ini belum ada pembicaraan detail terkait pembagian royalti. Tapi seluruh proses izin terhadap karya puisi sudah kami lakukan secara resmi,” ujar Ryan saat ditemui pada peluncuran album.

Album Jalan Suara merupakan hasil latihan intensif selama lebih dari tiga bulan yang melibatkan lima kelompok penyandang disabilitas netra dari berbagai daerah di Bali. Masing-masing kelompok membawakan dua puisi bertema senada, mulai dari kerinduan, ironi, romantisme, hingga isu lingkungan. Produksi musik dipimpin oleh Heri Windi Anggara dari kelompok Sekali Pentas, yang dikenal aktif dalam dunia musikalisasi puisi.

Heri menjelaskan bahwa ia tidak menerapkan pendekatan musikal yang kaku dalam proses kreatif. “Saya lebih fokus pada semangat puisinya. Tidak semua peserta punya latar belakang musik, jadi aransemen disesuaikan dengan kemampuan mereka, bukan sebaliknya,” katanya.

Dalam satu lagu, Heri bahkan memilih suara anak-anak sebagai vokal utama karena dinilai lebih jujur dan tulus. Ia juga menghindari pendekatan genre tertentu, dan justru membawa inspirasi dari gerakan musik rakyat yang pernah menjadi simbol perlawanan sosial.

Ketiadaan skema royalti dalam proyek ini menyoroti pentingnya diskusi lebih lanjut terkait inklusi penyandang disabilitas dalam ekosistem musik digital yang adil. Apalagi, karya yang dirilis di platform besar berpotensi menjangkau audiens luas dan menghasilkan pendapatan.

Baca Juga  The Pianist dan Pertaruhan Ruang Intim di Denpasar

Yayasan Kesenian Sadewa Bali sendiri sudah aktif sejak 2013 dan telah menjalin kolaborasi dengan komunitas disabilitas sejak 2016. Mereka berkomitmen untuk terus mendorong ruang ekspresi bagi semua kalangan melalui pendekatan seni partisipatif.

Tanggapi Tulisan Ini

Yay
Meh
Terima kasih. Responmu menjadi bagian dari arsip bacaan ini.

Klab Baca Denpasastra

Dapatkan kolom mingguan Denpasastra langsung ke inbox kamu setiap Minggu pagi. Gratis, tanpa spam.

Baca Kebijakan Privasi untuk info perlindungan data lebih lanjut

Baca Juga

‘Restoe Boemi’ Dewa 19 dan Tafsir Lagu tentang Krisis Alam

Preman Laut

Bali Music Forum Dibentuk: Apa yang Bisa Kita Berdayakan Darinya?

Redaksi

Lagipula Hidup Akan Berakhir: Merayakan Kekalahan, Lalu Apa?

Preman Laut

Siap-Siap! Komunal Bakal Tampil di Bali Jumat Pekan Ini

Redaksi

Kurt Cobain dan Panggung Perpisahan yang Tak Direncanakan

Preman Laut

Catat Tanggalnya, 5 Pianist Bali Bakal Tampil Intim di Denpasar

Redaksi
Beranda
Berita
Esai
Opini
Resensi