Denpasastra.net

Catat Tanggalnya, 5 Pianist Bali Bakal Tampil Intim di Denpasar

Program musik The Pianist kembali hadir di Antida Soundgarden pada Sabtu, 22 November 2025 pukul 19.00 WITA. Setelah sukses pada edisi perdananya di bulan September kemarin, gelaran ini kembali mengajak penonton menikmati pertunjukan piano dalam format intim yang menjadi ciri khas ruang kreatif tersebut.

Edisi terbaru ini menghadirkan lima nama yang dekat dengan ekosistem musik Bali: Astrid Sulaiman, Truedy, Gede Yudis, Matius Regi, dan Arash Behzadi. Empat nama pertama merupakan musisi yang aktif membangun skena lokal, sementara Arash Behzadi adalah komposer neo-klasik asal Kanada/Iran yang dalam beberapa tahun terakhir kerap tampil dan berkarya di Bali. Kelimanya akan membawakan repertoar dan eksplorasi bunyi yang memberi warna berbeda pada panggung The Pianist.

Acara ini kembali menggunakan sistem donasi, dengan kapasitas penonton yang terbatas demi menjaga kualitas suasana. Reservasi dapat dilakukan melalui tautan resmi panitia.

The Pianist diproyeksikan menjadi agenda dua bulanan yang mempertemukan musisi lintas generasi dan memperkaya lanskap musik Bali melalui format pertunjukan yang dekat, jujur, dan berkarakter.

Tanggapi Tulisan Ini

Yay
Meh
Terima kasih. Responmu menjadi bagian dari arsip bacaan ini.
Baca Juga  Morbid Monke: Musisi di Bali 2025 Dalam Sorotan

Klab Baca Denpasastra

Dapatkan kolom mingguan Denpasastra langsung ke inbox kamu setiap Minggu pagi. Gratis, tanpa spam.

Baca Kebijakan Privasi untuk info perlindungan data lebih lanjut

Baca Juga

Siap-Siap! Komunal Bakal Tampil di Bali Jumat Pekan Ini

Redaksi

Pemenang Lomba Baca Puisi Bali Politika 2025 Diumumkan. Berikut Ini Daftarnya

Redaksi

Bogie Prasetyo: Jazz Itu Minoritas, Tapi Kami Setia

Preman Laut

Tersesat di Bali Bersama Palm Theory

Preman Laut

‘Bermimpi’ ala Base Jam dan Fase Yang Berulang

Preman Laut

Jegog Spirit Fest 2025 Siap Digelar di Jembrana, Hadirkan 90 Sekhe Jegog dan 1.500 Seniman

Redaksi
Berita

Catat Tanggalnya, 5 Pianist Bali Bakal Tampil Intim di Denpasar

Program musik The Pianist kembali hadir di Antida Soundgarden pada Sabtu, 22 November 2025 pukul 19.00 WITA. Setelah sukses pada edisi perdananya di bulan September kemarin, gelaran ini kembali mengajak penonton menikmati pertunjukan piano dalam format intim yang menjadi ciri khas ruang kreatif tersebut.

Edisi terbaru ini menghadirkan lima nama yang dekat dengan ekosistem musik Bali: Astrid Sulaiman, Truedy, Gede Yudis, Matius Regi, dan Arash Behzadi. Empat nama pertama merupakan musisi yang aktif membangun skena lokal, sementara Arash Behzadi adalah komposer neo-klasik asal Kanada/Iran yang dalam beberapa tahun terakhir kerap tampil dan berkarya di Bali. Kelimanya akan membawakan repertoar dan eksplorasi bunyi yang memberi warna berbeda pada panggung The Pianist.

Acara ini kembali menggunakan sistem donasi, dengan kapasitas penonton yang terbatas demi menjaga kualitas suasana. Reservasi dapat dilakukan melalui tautan resmi panitia.

The Pianist diproyeksikan menjadi agenda dua bulanan yang mempertemukan musisi lintas generasi dan memperkaya lanskap musik Bali melalui format pertunjukan yang dekat, jujur, dan berkarakter.

Tanggapi Tulisan Ini

Yay
Meh
Terima kasih. Responmu menjadi bagian dari arsip bacaan ini.
Baca Juga  Intim Domestik Bersama Tigra Rose dan Annabel Laura: Catatan atas Lagu ‘Duhai yang Kucinta’

Klab Baca Denpasastra

Dapatkan kolom mingguan Denpasastra langsung ke inbox kamu setiap Minggu pagi. Gratis, tanpa spam.

Baca Kebijakan Privasi untuk info perlindungan data lebih lanjut

Baca Juga

SID Balik Lagi ke Dapur Rekaman! Album Baru Setelah Lama ‘Bertapa’?

Redaksi

Bogie Prasetyo: Jazz Itu Minoritas, Tapi Kami Setia

Preman Laut

Kolaborasi Usman Hamid dan Reza Ryan di ‘Theory of Nothing’ Lahirkan Debut Single ‘Pahlawan’

Redaksi

The Beatles: Empat Cara Menuju Penerimaan Hidup yang Bajingan!

Fani Yudistira

Lagu Indonesia Patah Hati Paling Ikonik 90-an: Terpuruk Ku di Sini – KLa Project

Preman Laut

Filastine feat. Nova Ruth dan Ramalan Indonesia Collapse 2030

Preman Laut
Beranda
Berita
Esai
Opini
Resensi