Dalam salah satu wawancara, seorang kakek-kakek bernama Paul McCartney ditanya, “Siapa band paling berpengaruh dalam satu abad ini?” Tanpa ragu kakek-kakek itu menjawab, “The Beatles, siapa lagi.” Kutipan tersebut menyiratkan dua hal, pertama: kakek-kakek itu adalah salah satu member The Beatles dan kedua: yang dinyatakannya sah, bahwa The Beatles adalah band paling berpengaruh. Bukan cuma dalam dunia musik, tetapi juga budaya, ideologi, dll.
Namun, tulisan ini tidak akan mengulik lebih jauh prestasi The Beatles dan sebab-sebab mengapa mereka pantas disebut yang terbaik. Sudah banyak yang telah menuliskannya. Tulisan ini ingin mengajak pembaca merefleksikan The Beatles bukan sekadar band, melainkan cara-cara menuju pemahaman tentang hidup yang bajingan! Agak bombastis, tetapi semoga tidak mengecewakan.
Dimulai dari cara pertama, Paul McCartney, si kakek-kakek yang disebut di awal tulisan, seorang Beatles yang penuh cinta, warna-warni bunga, dan kacamata kehidupan yang masih sederhana. “Here, there, and everywhere,” kata Paul, menggambarkan cintanya kepada seorang kekasih. Cinta yang tidak muluk-muluk, cukup di sini, di sana, dan di mana pun. Lagu ini sering tersaji di story-story Instagram tentang sepasang kekasih yang lagi bermesraan menikmati cinta. Menandakan lagu ini dapat menjadi Anthem untuk hal semacam itu. Namun, jangan terburu-buru mesam-mesem sendiri, karena di ujung jalan menanti lagu yang lain.
“For No One,” saat seorang kekasih tidak menangis untuk siapa pun apalagi dirinya. Si kekasih telah menaruh kasihnya, meninggalkannya di luar pintu, sendirian. Dalam lagu tersebut, segala di kehidupan ini yang mulanya tampak manis stroberi, tiba-tiba gelap padam, tersalin rupa jadi malam berkepanjangan. Begitulah Paul, begitulah cara pertama. Cara pertama adalah pemahaman sederhana yang alangkah mudah untuk baik-baik saja. Cinta adalah segalanya dan itu cukup. Padahal, jauh dalam pernyataan itu, menantang satu kenyataan besar, bahwa hidup ini keparat dan akan membawamu ke jurang-jurang kepedihan.
Namun, dengan lembut Paul nyatakan, “And anytime you feel the pain, hey Jude, refrain, Don’t carry the world upon your shoulders.” (Hey Jude, The Beatles). Dunia yang kontol anjing ini, terlalu berat kalau kaupikul atau ajak kelahi. Paul atau kita yang hidup dengan cara pertama, kalah, tetapi sedikit lega mengetahui dunia tidak selalu indah bunga. Dengan begitu, muncullah cara kedua. Cara kedua dibuka dengan genderang perang, bahwa tidak cukup memaknai bahwa hidup itu seperti itu, tetapi berlanjut ke “jika hidup seperti itu, maka aku harus melawan!”
Pada cara berikutnya, kita akan bertemu the one and only, Mr. Fucking John Lennon. Seorang rebel sejati. Tahu kata favoritnya dalam lagu-lagu The Beatles? Revolution! Kata itu mengalir deras dalam diri John dan orang-orang yang menolak tunduk kepada kenyataan hidup. Menggema dengan lantang, “You say you want a Revolution. Well, you know. We all wanna change the world!” (Revolution 1, The Beatles).
John memandang dunia sebagai lawan baku pukul yang harus dihajar habis-habisan. Terbisikkan selalu kata-kata perlawanan itu, bahwa kita harus memberontak. Kita harus hajar dunia ini.
Pemberontakan tidak selalu seseram namanya, tidak harus dengan mengacungkan bedil kepada kepala penguasa. Pemberontakan bisa dimaknai sebagai cara khas seseorang untuk terus memacu dirinya agar tetap selamat dari kehidupan. Pergi nongkrong, nonton konser di akhir tahun, atau sekedar jajan sendirian adalah pemberontakan yang dapat menyelamatkan seseorang dari kehidupan yang serba tidak pasti ini.
John mengejek orang-orang yang berlari menghindari hujan dan berteduh kala terik matahari datang. Hujan dan matahari itu adalah hidup, sesuatu yang tidak bisa ditampik kehadirannya, meskipun hal itu tidak selalu menyenangkan.
John tidak menganjurkan berlari atau menghindar. Dengan nyaring dia nyatakan, “Rain, I don’t mind. Shine, the weather’s fine.” (Rain, The Beatles). Bodo amat katanya, dia tetap berjalan, menerima rintik hujan dan sinar matahari. Itulah kira-kira analogi ringkas dari pemberontakan yang disimbolkan John dalam cara kedua ini.
Tiba di cara John Lennon, rasa-rasanya hidup ini mudah banget untuk dikalahkan, tinggal teriakkan revolusi! Lalu, berontak sekuat tenaga, kelar deh. Namun, ternyata tidak semudah itu. Banyak orang yang awalnya penuh semangat, lama-lama tumbang juga. Misalnya, seseorang berteriak “pasti bisa” di hari pertama, kedua, dan ketiga, ketika sedang mencari pekerjaan, tetapi perlahan mulai memelan saat “diterima kerja” tidak kunjung datang.
Dengan demikian, dibutuhkan sesuatu yang dapat mengobati. Sesuatu yang dapat melipur lara akibat hidup yang babi ini. Maka, muncul cara ketiga, ketika bernyanyi dengan doa sang George Harrison. Jika pada cara sebelumnya, pemberontakan memberi kabar baik yang tidak kunjung tiba. Bahwa dunia terlampau sakti untuk dikalahkan. Pada cara ketiga, George menawarkan pendekatan diri kepada Sang Maha Esa.
Harrison memetik sitar yang berisi pengingat bahwa manusia itu kecil, jadi berpeganglah kepada Tuhan yang Maha Besar. Ia adalah juru selamat sejati manusia. Ketika dihadapkan kepada dunia, George selalu menjawab tidak tahu kenapa. “I don’t know why nobody told you. How to unfold your love.” (While My Guitar Gently Weeps, The Beatles). “You’re asking me will my love grow. I don’t know, I don’t know.” (Something, The Beatles).
Dibandingkan memberontak dengan jemawa menghadapi dunia seperti John, George hadir dengan kata-kata penuh keikhlasan, “Sudahlah, dunia memang anjing! Aku tidak tahu mengapa, tetapi, ya, begitulah.” Ketidaktahuan adalah bumbu dasar yang harus dimiliki orang beriman. Ketidaktahuan itu kemudian menimbulkan kedekatan kepada Tuhan. Tuhan yang agung itu akan memelihara hamba-hambanya yang tersesat.
Semakin jelas dinyatakan George bahwa satu-satunya jalan selamat dari geger geden dunia adalah dengan jatuh hati sepenuh diri ke hariban Tuhan yang Maha Cinta. Kekasih bukan lagi manusia bagi George, tetapi, “My sweet Lord. My Lord. My Lord. I really want to know you. Really want to go with you.” (My sweet Lord, George Harrison).
Berkeyakinan kepada Tuhan membawa manusia kembali kepada fitrahnya, yaitu hamba. Hamba adalah dia yang telah tersucikan dari prasangka negatif kepada dunia. Hamba menyelamatkan diri dengan cara bersisian bersama pencipta. Oleh karena itu, manusia yang menjadi hamba dalam sudut pandang George adalah yang telah menjadi dirinya sendiri.
All through the day, I me mine
I me mine, I me mine
All through the night, I me mine
I me mine, I me mine (I Me Mine, The Beatles).
Di pamungkas catatan ini, berdiam enjoy sang kejenakaan sejati, Tuan Ringo Starr. Ringo menyitir lagunya dengan musik yang seolah ditunjukkan kepada anak-anak, terlalu ceria dan imajinatif. Bagaimana mungkin hal itu dapat dipakai untuk menghadapi dunia?
Yang Ringo nyatakan bukanlah meromatisasi, melawan, atau menyerahkan diri kepada Tuhan, melainkan penerimaan! Yah, penerimaan bahwa hidup emang begini adanya. Ya, sudah, enjoy life.
Mendengar Ringo, seperti orang yang selalu berpikir bahwa, “Masalah besar kita kecilin, masalah kecil kita ilangin.” Terbaca sederhana, tetapi susah dalam penerapannya. Ringo dengan tenang menjawab, “Emang susah, tapi jam terbang akan berbicara.”
Setelah babak belur di-K.O dunia, mari sejenak bertamasya riang menggunakan Yellow Submarine. Kita ke sana, ke Octopus Garden. Cara paling ampuh untuk sintas dari hidup adalah menerima hidup yang bajingan ini. Melangkah dengan keriangan anak kecil yang selalu jenaka dan lapang dada. Dunia selalu misterius, maka Ringo selalu bertanya,
“What goes on in your heart?
What goes on in your mind?
You are tearing me apart
When you treat me so unkind
What goes on in your mind?” (What Goes On, The Beatles).
Ringo tahu bahwa hidup itu bajingan karena tidak pernah memberikan kepastian tentang apa pun. Semuanya serba misterius sehingga rentan membuat manusia tumbang. Namun, bertanya adalah penerimaan sekaligus perlawanan untuk dunia yang tidak terejawantahkan ini. Bertanya timbul dari kesadaran bahwa seringkali kita tidak tahu kenapa dalam hidup ini tiba-tiba begini, tiba-tiba begitu. Kenapa aku harus hidup di dunia ketiga? Kenapa harus ada negara maju dan tertinggal? Dan kenapa-kenapa lain yang demikian banyak jumlahnya.
Bertanya tidak selalu berakhir dengan didapatinya jawaban, tetapi dengan bertanya seseorang dapat merawat kesadarannya. Bahwa ada yang tidak pernah baik-baik saja, ada yang salah, ada yang tidak bisa nyaman selamanya. Pada akhirnya;
“Good night
Good night everybody
Everybody, everywhere
Good night.” (Good Night, The Beatles).
Malam ini kita istirahat, tidur. Besok dunia tetap berjalan apa adanya, angkuh, dan tidak peduli. Namun, tidak masalah. Besok akan lahir matahari baru, juga akan terbit penerimaan baru, pertempuran baru.
Tulisan ini menawarkan empat cara menghadapi hidup yang bajingan dengan merefleksikannya lewat 4 Beatles. Tentu ada cara-cara lain selain empat cara yang ditawarkan penulis. Toh, hidup sudah berjalan demikian panjang dari mulai manusia pertama. Beragam sekali cara untuk menghadapi hidup yang bajingan. Namun, apa pun caranya, lakukan sebahagia-bahagianya. Semoga kita selalu jenaka. Tabik.

The Beatles - Here, There and Everywhere
“Follow the band on tour, as they face an ever-changing backdrop of cities, hotels, roads, and ...gigs, with only each other to rely on. A magical dancer appears to each of them, representing inspiration and creative freedom.” - Rok Predin, Trunk Animation.
Rok Predin - Director/Animator
Richard Barnett - Producer (Trunk Animation)
Jonathan Clyde - Producer
Sophie Hilton - Producer
Watch more videos from The Beatles: https://thebeatles.lnk.to/YTPlaylists
Subscribe to The Beatles’ YouTube channel & ring the bell to never miss a new video: https://thebeatles.lnk.to/YTSignup
Sign up for The Beatles’ Official Email List: https://www.thebeatles.com/newsletter
Stream The Beatles:
🎙️ Apple Music: https://thebeatles.lnk.to/stream/AppleMusic
🎙️ Spotify: https://thebeatles.lnk.to/stream/Spotify
🎙️ Amazon Music: https://thebeatles.lnk.to/stream/AmazonMusic
🎙️ Pandora: https://thebeatles.lnk.to/stream/Pandora
🎙️ Tidal: https://thebeatles.lnk.to/stream/Tidal
🎙️ Deezer: https://thebeatles.lnk.to/stream/Deezer
🎙️ YouTube Music: https://thebeatles.lnk.to/stream/YouTubeMusic
Follow The Beatles:
⭐ https://www.thebeatles.com
⭐ https://www.instagram.com/thebeatles
⭐ https://www.facebook.com/thebeatles
⭐ https://www.tiktok.com/@thebeatles
⭐ https://twitter.com/thebeatles
#TheBeatles #HereThereandEverywhere #JohnLennon #PaulMcCartney #GeorgeHarrison #RingoStarrShow More


![The Beatles - The Beatles - Hey Jude (Official Music Video) [Remastered 2015]](https://i.ytimg.com/vi/A_MjCqQoLLA/maxresdefault.jpg)


![The Beatles - The Beatles - While My Guitar Gently Weeps (Official Music Video) [Love Version]](https://i.ytimg.com/vi/VJDJs9dumZI/maxresdefault.jpg)
![The Beatles - The Beatles - Something (Official Music Video) [Remastered 2015]](https://i.ytimg.com/vi/UelDrZ1aFeY/maxresdefault.jpg)



