Denpasastra.net

Kusala Sastra Khatulistiwa 2026 Umumkan Daftar Pendek

Yayasan Richard Oh Kusala Indonesia (YRKI) mengumumkan daftar pendek Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) 2026. Daftar tersebut memuat lima judul pada masing-masing kategori novel, kumpulan cerita pendek, dan kumpulan puisi.

KSK merupakan penghargaan untuk karya sastra Indonesia yang terbit sepanjang tahun. Penyelenggaraan KSK 2026 didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesiaraya, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Astra, dan Falcon Pictures.

Program KSK didampingi tiga kurator, yaitu Eka Kurniawan, Hasan Aspahani, dan Nezar Patria. Ketiganya berperan dalam perancangan program, pendampingan penyelenggaraan, serta pemilihan Dewan Juri.

Direktur Program Kusala Sastra Khatulistiwa Gema Mawardi mengatakan daftar pendek disusun setelah Dewan Juri melakukan pembacaan, pembahasan, dan penilaian terhadap karya-karya yang sebelumnya masuk dalam daftar panjang yang diumumkan pada 20 Juni 2026.

“Selanjutnya, Dewan Juri akan melakukan pembahasan akhir untuk menentukan satu karya terbaik pada setiap kategori yang akan menerima penghargaan tahun ini. Pengumuman pemenang dan Anugerah Kusala Sastra Khatulistiwa tahun ini akan dilaksanakan secara terpisah,” kata Gema Mawardi dalam keterangan resmi.

Tahun ini, penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan penggunaan bahasa, sudut pandang yang dihadirkan dalam karya, serta respons terhadap berbagai persoalan yang muncul di masyarakat. Dewan Juri juga menilai kontribusi setiap karya terhadap perkembangan sastra Indonesia.

Berikut daftar pendek Kusala Sastra Khatulistiwa 2026.

Kategori Novel

  • Alok karya Arie Saptaji (POST Press)
  • Ikhtiar yang Tak Benar-Benar karya Nukila Amal (Kepustakaan Populer Gramedia)
  • Katri karya Adeste Adipriyanti (Kepustakaan Populer Gramedia)
  • Seakan Bisa Dipisahkan karya Ruhaeni Intan (Kepustakaan Populer Gramedia)
  • Tersesat Setelah Terlahir Kembali karya Yoga Zen (Marjin Kiri)

Kategori Kumpulan Cerita Pendek

  • Cara Menghadapi Kehilangan karya Yetti A.KA. (DIVA Press)
  • Hantu Ulang-alik karya Ratri Ninditya (baNANA)
  • Jose Kecil Dalam Dirimu karya Kaisar Deem (Bara Books)
  • Misi Menggagalkan Doa karya Yoga Palwaguna (Langgam Pustaka)
  • Waktu Itu Hujan Rintik, dan Aku Merasa Asing dan Sendiri karya T. Agus Khaidir (Buku Kompas)
Baca Juga  Puisi, Manusia, dan Mesin: Refleksi atas Perpuisian Indonesia di Era Kecerdasan Buatan

Kategori Kumpulan Puisi

  • Ke Arah Museum Revolusi karya Nirwan Dewanto (Warning Books)
  • Kutu-Kutu Joni karya Julia F. Gerhani Arungan (DIVA Press)
  • Nusantara, Amnesia karya Ari Pahala Hutabarat (Lampung Literature)
  • Pagar Rumahku Berubah Warna karya Ama Gaspar (Gramedia Pustaka Utama)
  • Suatu Hari di Batas Ilmu Pengetahuan karya Heru Joni Putra (Teroka Press)

Kusala Sastra Khatulistiwa pertama kali digagas pada 2001 oleh Richard Oh bersama sejumlah rekan. Sejak 2022, penyelenggaraannya dilanjutkan oleh Yayasan Richard Oh Kusala Indonesia.

Pada KSK 2026, panitia menerima lebih dari 100 judul buku dari kategori novel, kumpulan cerita pendek, dan kumpulan puisi yang diterbitkan pertama kali sepanjang 2025. Selain karya yang dikirimkan penulis dan penerbit, panitia juga menerima rekomendasi dari komunitas pembaca dan pembahas sastra.

Pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa 2026 akan diumumkan pada acara Anugerah Kusala Sastra Khatulistiwa yang dijadwalkan berlangsung secara terpisah setelah pengumuman daftar pendek.

Tanggapi Tulisan Ini

Yay
Meh
Terima kasih. Responmu menjadi bagian dari arsip bacaan ini.

Klab Baca Denpasastra

Dapatkan kolom mingguan Denpasastra langsung ke inbox kamu setiap Minggu pagi. Gratis, tanpa spam.

Baca Kebijakan Privasi untuk info perlindungan data lebih lanjut

Baca Juga

Sastrawan Harus Miskin

Preman Laut

Made Adnyana Ole Terbitkan Buku Puisi ‘Memilih Pohon Sebelum Pinangan’

Redaksi

Lelucon Abadi Sang Multi-Semesta

Ervin Ruhlelana

Dari Gajah Hingga Kutuk: Berikut Tiga Karya Pemenang Penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa 2025

Redaksi

Sastra dan Ilusi Kreativitas Individual

Preman Laut

Pemenang Lomba Baca Puisi Bali Politika 2025 Diumumkan. Berikut Ini Daftarnya

Redaksi
Berita

Kusala Sastra Khatulistiwa 2026 Umumkan Daftar Pendek

Yayasan Richard Oh Kusala Indonesia (YRKI) mengumumkan daftar pendek Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) 2026. Daftar tersebut memuat lima judul pada masing-masing kategori novel, kumpulan cerita pendek, dan kumpulan puisi.

KSK merupakan penghargaan untuk karya sastra Indonesia yang terbit sepanjang tahun. Penyelenggaraan KSK 2026 didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesiaraya, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Astra, dan Falcon Pictures.

Program KSK didampingi tiga kurator, yaitu Eka Kurniawan, Hasan Aspahani, dan Nezar Patria. Ketiganya berperan dalam perancangan program, pendampingan penyelenggaraan, serta pemilihan Dewan Juri.

Direktur Program Kusala Sastra Khatulistiwa Gema Mawardi mengatakan daftar pendek disusun setelah Dewan Juri melakukan pembacaan, pembahasan, dan penilaian terhadap karya-karya yang sebelumnya masuk dalam daftar panjang yang diumumkan pada 20 Juni 2026.

“Selanjutnya, Dewan Juri akan melakukan pembahasan akhir untuk menentukan satu karya terbaik pada setiap kategori yang akan menerima penghargaan tahun ini. Pengumuman pemenang dan Anugerah Kusala Sastra Khatulistiwa tahun ini akan dilaksanakan secara terpisah,” kata Gema Mawardi dalam keterangan resmi.

Tahun ini, penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan penggunaan bahasa, sudut pandang yang dihadirkan dalam karya, serta respons terhadap berbagai persoalan yang muncul di masyarakat. Dewan Juri juga menilai kontribusi setiap karya terhadap perkembangan sastra Indonesia.

Berikut daftar pendek Kusala Sastra Khatulistiwa 2026.

Kategori Novel

  • Alok karya Arie Saptaji (POST Press)
  • Ikhtiar yang Tak Benar-Benar karya Nukila Amal (Kepustakaan Populer Gramedia)
  • Katri karya Adeste Adipriyanti (Kepustakaan Populer Gramedia)
  • Seakan Bisa Dipisahkan karya Ruhaeni Intan (Kepustakaan Populer Gramedia)
  • Tersesat Setelah Terlahir Kembali karya Yoga Zen (Marjin Kiri)

Kategori Kumpulan Cerita Pendek

  • Cara Menghadapi Kehilangan karya Yetti A.KA. (DIVA Press)
  • Hantu Ulang-alik karya Ratri Ninditya (baNANA)
  • Jose Kecil Dalam Dirimu karya Kaisar Deem (Bara Books)
  • Misi Menggagalkan Doa karya Yoga Palwaguna (Langgam Pustaka)
  • Waktu Itu Hujan Rintik, dan Aku Merasa Asing dan Sendiri karya T. Agus Khaidir (Buku Kompas)
Baca Juga  Pasif Agresif Dee Lestari di Single Baru

Kategori Kumpulan Puisi

  • Ke Arah Museum Revolusi karya Nirwan Dewanto (Warning Books)
  • Kutu-Kutu Joni karya Julia F. Gerhani Arungan (DIVA Press)
  • Nusantara, Amnesia karya Ari Pahala Hutabarat (Lampung Literature)
  • Pagar Rumahku Berubah Warna karya Ama Gaspar (Gramedia Pustaka Utama)
  • Suatu Hari di Batas Ilmu Pengetahuan karya Heru Joni Putra (Teroka Press)

Kusala Sastra Khatulistiwa pertama kali digagas pada 2001 oleh Richard Oh bersama sejumlah rekan. Sejak 2022, penyelenggaraannya dilanjutkan oleh Yayasan Richard Oh Kusala Indonesia.

Pada KSK 2026, panitia menerima lebih dari 100 judul buku dari kategori novel, kumpulan cerita pendek, dan kumpulan puisi yang diterbitkan pertama kali sepanjang 2025. Selain karya yang dikirimkan penulis dan penerbit, panitia juga menerima rekomendasi dari komunitas pembaca dan pembahas sastra.

Pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa 2026 akan diumumkan pada acara Anugerah Kusala Sastra Khatulistiwa yang dijadwalkan berlangsung secara terpisah setelah pengumuman daftar pendek.

Tanggapi Tulisan Ini

Yay
Meh
Terima kasih. Responmu menjadi bagian dari arsip bacaan ini.

Klab Baca Denpasastra

Dapatkan kolom mingguan Denpasastra langsung ke inbox kamu setiap Minggu pagi. Gratis, tanpa spam.

Baca Kebijakan Privasi untuk info perlindungan data lebih lanjut

Baca Juga

Disita Militer dan Lama Hilang, Dua Novel Baru Pramoedya Siap Dicetak

Redaksi

Godaan Berahi dari Seorang Peri Inspirasi

Ervin Ruhlelana

10 Cerpen Terpilih Sayembara Cerpen Denpasar 2025 Resmi Diumumkan

Redaksi

Menengok Batin Para Pengarang

Ervin Ruhlelana

Gelombang Kedua Pendaftaran Pekan Sastra 2026 Dibuka, Himasindo Unud Gelar Lomba Baca Puisi dan Kritik Sastra

Redaksi

Sastrawan Harus Miskin

Preman Laut
Beranda
Berita
Esai
Opini
Resensi