Denpasastra.net

Sabtu Besok, HIMA Sastra Indonesia UNUD Bahas Buku Puisi ‘Jamuan Malam’ di Denpasar

Denpasar — Himpunan Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Udayana akan menggelar diskusi sastra bertajuk Basa Basi: Bahas Sastra, Bahas Literasi pada Sabtu, 25 Oktober 2025 di Ruang Santay Coffee & Tea, Jalan Tukad Balian, Renon, Denpasar. Kegiatan ini menghadirkan buku kumpulan puisi Jamuan Malam karya Eirenne Pridari Sinsya Dewi, S.S., M.Ed. sebagai bahan utama diskusi.

Acara yang terbuka untuk umum ini akan dimulai pukul 17.30 WITA dengan pembukaan dan penampilan musikal puisi, dilanjutkan dengan sesi diskusi utama pukul 19.05 WITA. Tiga narasumber hadir yaitu sastrawan Oka Rusmini, dosen Universitas Mahasaraswati Prof. Dr. I Gusti Agung Sri Rwa Jayanti, S.S., M.Hum., dan jurnalis sastra Priyo S.. Acara akan dimoderatori oleh Dian Pancawati. Selain sesi diskusi, terdapat penampilan teater oleh Teater Cakrawala dengan penampilan khusus dari Heri W. Anggara.

Buku Jamuan Malam, yang diterbitkan oleh PT Rekacipta Proxy Media pada Agustus 2025, merupakan antologi puisi perdana karya Eirenne. Buku ini terdiri dari 76 halaman dan menampilkan puisi–puisi yang membagi pengalaman batin, kenangan, kehilangan, dan harapan melalui lima bagian “sajian” metaforis: Sajian Anggrek, Sajian Lilin Hitam, Sajian Anggur, Sajian Pedas, dan Sajian Telur.

Dari sisi tematik, buku ini menghadirkan ruang refleksi yang tidak hanya bersifat personal tetapi juga kolektif: pengalaman perempuan, ibu–anak, tubuh, waktu yang bergerak, dan transformasi luka menjadi penerimaan. Bahasa yang digunakan ringan namun energetik, masih bisa dicerna oleh pembaca umum namun memiliki lapisan makna yang bisa direnungkan. Puisi-puisinya “mengundang pembaca untuk menyesap pelan perasaan yang dalam: tentang ibu, tentang cinta yang rumit, tentang luka yang lama diam, hingga harapan yang menyala lirih dalam gelap.”

Baca Juga  Film Chairil Anwar Segera Tayang di Bioskop, Falcon Pictures Belum Umumkan Pemeran dan Jadwal Rilis

Acara ini merupakan bagian dari perayaan Bulan Bahasa 2025 dan diharapkan memperkuat dialog antara sastrawan, akademisi, dan pembaca di Bali.

Tanggapi Tulisan Ini

Yay
Meh
Terima kasih. Responmu menjadi bagian dari arsip bacaan ini.

Klab Baca Kerumitan Sastra

Dapatkan kolom mingguan Kerumitan Sastra langsung ke inbox kamu setiap Minggu pagi. Gratis, tanpa spam.

Baca Kebijakan Privasi untuk info perlindungan data lebih lanjut

Baca Juga

Sayembara Cerpen Denpasar 2025 Resmi Dibuka, Batas Akhir 31 Oktober

Redaksi

Tan Lioe Ie Terbitkan Dua Buku Baru di Bawah Ladang Publishing: ‘Tubuh yang Tak Patuh Seluruh’ dan ‘Sekolah Tikus’

Redaksi

Godaan Berahi dari Seorang Peri Inspirasi

Ervin Ruhlelana

Fanfic Dalam Esensi Kafkaesque

Ervin Ruhlelana

Telinga yang Tidak Dijual di Pasar Saham Bakal Dibedah Di Denpasar, Habis-Habisan!

Redaksi

Bahaya Laten Buku ‘Filosofi Teras’ dan Muslihat Logikanya

Preman Laut
Berita

Sabtu Besok, HIMA Sastra Indonesia UNUD Bahas Buku Puisi ‘Jamuan Malam’ di Denpasar

Denpasar — Himpunan Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Udayana akan menggelar diskusi sastra bertajuk Basa Basi: Bahas Sastra, Bahas Literasi pada Sabtu, 25 Oktober 2025 di Ruang Santay Coffee & Tea, Jalan Tukad Balian, Renon, Denpasar. Kegiatan ini menghadirkan buku kumpulan puisi Jamuan Malam karya Eirenne Pridari Sinsya Dewi, S.S., M.Ed. sebagai bahan utama diskusi.

Acara yang terbuka untuk umum ini akan dimulai pukul 17.30 WITA dengan pembukaan dan penampilan musikal puisi, dilanjutkan dengan sesi diskusi utama pukul 19.05 WITA. Tiga narasumber hadir yaitu sastrawan Oka Rusmini, dosen Universitas Mahasaraswati Prof. Dr. I Gusti Agung Sri Rwa Jayanti, S.S., M.Hum., dan jurnalis sastra Priyo S.. Acara akan dimoderatori oleh Dian Pancawati. Selain sesi diskusi, terdapat penampilan teater oleh Teater Cakrawala dengan penampilan khusus dari Heri W. Anggara.

Buku Jamuan Malam, yang diterbitkan oleh PT Rekacipta Proxy Media pada Agustus 2025, merupakan antologi puisi perdana karya Eirenne. Buku ini terdiri dari 76 halaman dan menampilkan puisi–puisi yang membagi pengalaman batin, kenangan, kehilangan, dan harapan melalui lima bagian “sajian” metaforis: Sajian Anggrek, Sajian Lilin Hitam, Sajian Anggur, Sajian Pedas, dan Sajian Telur.

Dari sisi tematik, buku ini menghadirkan ruang refleksi yang tidak hanya bersifat personal tetapi juga kolektif: pengalaman perempuan, ibu–anak, tubuh, waktu yang bergerak, dan transformasi luka menjadi penerimaan. Bahasa yang digunakan ringan namun energetik, masih bisa dicerna oleh pembaca umum namun memiliki lapisan makna yang bisa direnungkan. Puisi-puisinya “mengundang pembaca untuk menyesap pelan perasaan yang dalam: tentang ibu, tentang cinta yang rumit, tentang luka yang lama diam, hingga harapan yang menyala lirih dalam gelap.”

Baca Juga  Lima Sastrawan yang Dibungkam Soeharto: Sejarah Panjang Pengawasan terhadap Bahasa

Acara ini merupakan bagian dari perayaan Bulan Bahasa 2025 dan diharapkan memperkuat dialog antara sastrawan, akademisi, dan pembaca di Bali.

Tanggapi Tulisan Ini

Yay
Meh
Terima kasih. Responmu menjadi bagian dari arsip bacaan ini.

Klab Baca Kerumitan Sastra

Dapatkan kolom mingguan Kerumitan Sastra langsung ke inbox kamu setiap Minggu pagi. Gratis, tanpa spam.

Baca Kebijakan Privasi untuk info perlindungan data lebih lanjut

Baca Juga

Godaan Berahi dari Seorang Peri Inspirasi

Ervin Ruhlelana

Pemenang Lomba Baca Puisi Bali Politika 2025 Diumumkan. Berikut Ini Daftarnya

Redaksi

Edisi Tahun Baru: Fanfic Sebagai Politically Correct

Ervin Ruhlelana

Manual Membunuh Idola

Ervin Ruhlelana

Dari Gajah Hingga Kutuk: Berikut Tiga Karya Pemenang Penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa 2025

Redaksi

Rapor Merah Menteri Kebudayaan dan Sastra Kita di Halaman Belakang

Preman Laut
Beranda
Berita
Esai
Opini
Resensi